Bunda, Ini Cara Paling Sederhana Mengurangi Resiko Alergi pada Bayi

Bunda, Ini Cara Paling Sederhana Mengurangi Resiko Alergi pada Bayi

Parenting

Bayi adalah fase anak manusia mengenal dunia setelah kurang lebih sembilan bulan lamanya hidup diantara cairan amnion dalam uterus. Selama di dalam rahim, bayi mendapatkan kiriman penuh nutrisi, imunitas, dan lain sebagainya bahkan sistem ekskresi pun dikembalikan kepada ibu melalui plasenta. Setelah lahir bayi harus memaksakann diri di dunia yang tidak steril lag dengan kekebalan yang masih lemah. Lingkungan tidak selamanya baik, terkadang ada antigen yang masuk ke tubuh. Alergi ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada tubuh bayi. Lantas bagaimana cara mengurangi risiko alergi pada bayi.

Alergi adalah hal yang sulit ditebak tanpa ada pengalaman sebelumnya atau tanpa ada pengecekan oleh dokter. Terkadang datang secara tiba-tiba dan bisa terjadi secara bertubi-tubi jika alergen dibiarkan. Korban utama dari alergi salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh. Imunitas harus berjuang sampai alergen itu berhasil ditumpas. Hal ini karena kerja imunitas adalah ibarat melakukan operasi intelijen di dalam darah sehingga siapapun yang asing selalu ditumpas entah jahat atau tidak.

Cara Tepat Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi

Untuk meningkatkan kekebalan bayi yang baru lahir, sebaiknya para Ibu menyusui bayi dengan ASI eksklusif pada enam bulan awal. ASI adalah emulsi dalam protein, garam organik, dan laktosa yang terlarut. ASI berupa cairan alami yang diminum tanpa pemasakan terlebih dahulu dan bebas dari bakteri berbahaya. Keseimbangan nutrisi itulah yang membuat ASI banyak dianjurkan oleh para ahli gizi. Dalam memberikan ASI sebaiknya jangan mencampur dengan makanan lain seperti susu lain, air putih, madu, dan lain-lain sebelum berusia sekitar 6 bulan. Secara umum, di dalam ASI terkandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin, mineral, zat besi dan IgA. Antibodi IgA inilah yang membantu mengurangi risiko alergi pada bayi.

Menyapih bayi sesuai waktu yang tepat. Pastikan jangan terburu-buru dalam menyapih bayi karena berpengaruh sangat besar pada sistem kekebalan bayi sehingga tidak mudah alergi. Bahkan dalam sebuah kitab ajaran agama diterangkan hendaknya menyapih bayi sampai dua tahun. Perintah ini langsung dari Tuhan jadi jelas sekali bahwa ASI dibutuhkan untuk bayi.

Mengenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat dan bertahap. Pemberian secara tepat akan menjaga bayi dari reaksi alergi bahwa pada usia masih muda, hendaknya bayi jangan diberi susu sapi, telur, apalagi makanan laut. Kemudian pemberian itu juga secara bertahap agar tubuh bayi tidak kaget.

Perlihara kulit bayi tetap lembab agar risiko eksim pada kulit menurun dengan pelembab yang diformulasikan untuk kulit bayi. Perlakuan ini dapat menjadi salah satu pencegahan dari alergi kulit bayi.

Mengurangi risiko alergi pada bayi sebenarnya tidak sulit. Namun, Anda sebagai orang tua sebaiknya memperhatikan cara-cara yang tepat agar bayi berkekebalan prima sehingga tidak mudah terserang penyakit alergi.

Deskripsi : mengurangi risiko alergi pada bayi pada dasarnya perlu cara-cara tepat agar bayi bertubuh kuat dari radikal bebas